Kelas berat yang baper

Tulisan tentang grafologi di blog www.ervanabu.com sebenarnyadaur ulang dari bebrapa blog saya yang lain dan event grafologi yang pernah kami buat. Dari salah satunya event itu saya dapet tanggapan yang menarik dari salah satu peserta confident booster test. Katanya gini “klo biar bisa ngebagi fokus tulisannya harus gmn ya? hehe, saya punya kelemahan di situ abisnya”
Semoga aktivitas ini bisa cukup menjawab.

MASALAHNYA ADALAH
Dalam melakukan aktivitas, kita pasti menggunakan energi. Ada orang yang melibatkan diri secara penuh dalam setiap aktivitasnya, ada juga yang tetap menjaga jarak aman, agar tidak terlalu terlibat.
Pada dasarnya manusia tidak bisa multi tasking kaya komputer. Kalau kita mengerjakan banyak hal sekaligus, sebenarnya kita secara cepat berpindah dari satu fokus ke fokus yang lain. Bagi orang tertentu, ini bisa sangat melelahkan.
Misalnya saya harus nyiapin materi buat ngisi training, nulis blog, dan makan. Maka, meskipun saya di depan komputer, tapi aktivitasnya berganti antara menyuapkan nasi ke mulut, ngetik di power point, dan ngetik di word. Begitu juga pikiran saya berpindah dari lapar, apa yang harus disampaikan pada training, dan tema tulisan di blog.
Ini tidak baik untuk kesehatan saudara-saudara.
Jadi kemampuan yang harus dibangun adalah bagaimana menyeselesaikan satu per satu pekerjaan secara berurutan. Dan–ini yang penting—bagaimana saat mengerjakan yang satu, tidak sibuk memikirkan pekerjaan lain yang menunggu.
Nah disinilah kenapa keterlibatan penuh pada setiap aktivitas kita diperlukan.
Jadi bagaimana kita mengubah tulisan kita agar bisa lebih melibatkan diri, punya energi untuk bekerja secara serial?

JAWABANNYA ADALAH
Tekanan.
Benar, tekanan tulisan menunjukkan seberapa besar seseorang melibatkan diri dalam apa yang dia kerjakan secara emosional. Ini bedanya dengan ukuran. Ukuran tulisan kecil menunjukkan kemampuan pikiran dalam berfokus pada suatu masalah, sedangkan tekanan yang kita gunakan saat menulis menunjukkan berapa banyak kita melibatkan diri secara emosional.
Apa sih tekanan tulisan?
Kalau kita lihat tulisan orang, ada yang kadang sampai kerasa tembus ke belakang kertasnya tulisannya. Nah ini disebut dengan tekanan yang sangat “berat”. Ciri lain tekanan berat adalah tulisannya tebal, kalau pake komputer, seperti pake bold.
Jenis tekanan lain adalah sedang dan ringan. Tulisan bertekanan sedang, itu tulisan yang cukup tebal, tapi ngga tebel banget, ini tulisan orang rata-rata. Sedangkan tulisan ringan, adalah tulisan yang cenderung tipis, baik di ujung tiap hurufnya, atau di keseluruhan huruf.
Orang yang terlibat secara emosional pada setiap aktivitasnya adalah orang yang bertekanan berat. Bisa dibilang selalu ngambil hati kalau melakukan sesuatu. Tekanan ini yang saya ingin coba untuk teman-teman lakukan.
Beranilah untuk lebih melibatkan diri secara emosional dengan apa yang kita lakukan. Memang resikonya bisa jadi akan sakit hati kalau apa yang kita lakukan gagal, tapi kalau berhasil, maka rasa bahagianya juga akan berlipat.

So, TUGAS TERAKHIR KITA
Tulislah dengan memberi tekanan lebih pada setiap huruf yang kita tulis. Ini akan membuat kita merasa lebih berenergi dan terlibat. Syukur-syukur bisa membuat kita tidak terlalu memikirkan hal lain selain yang kita lakukan.
UPS! Gimana kalau yang sudah berat tekanan tulisannya?
Ya teruskan saja. Tapi, ingatlah untuk sesekali bersantai dan mengambil jarak dari apa yang dikerjakan, agar tidak terlalu larut dalam pekerjaan.

NB:
Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut silakan kunjungi tiny.cc/hwa untuk bergabung dengan grup whatsapp yang membahas tentang grafologi. Di sana ada pembahasan berkala tentang handwriting analysis secara gratis, maupun info pelatihan yang berbayar, dan cara membuat janji konsultasi tatap muka.
Bila Anda belum siap, Anda bisa ikuti artikel analisis tulisan tangan yang akan diterbitan berkala di blog ini.

0 comments :

Posting Komentar

Cancel Reply