Akankah kamu mendapatkan kecengan kamu?


Apakah saat ini ada seseorang yang menarik perhatianmu? Kalau kamu sekarang sedang mencoba menarik perhatian orang itu, silakan cek peluang kamu mendapatkan dia dengan poin-poin di bawah ini.
Konsep analisa peluang dapetin kecengan ini didasarkan dari penelitian Eric Berne. Tentu saja dengan beberapa modifikasi ke konteks percintaan. Karena konsepnya sederhana, penerapannya ke kondisi percintaan kamu harus kamu sendiri yang pikirin ya.
Jadi ceritanya kamu yang menentukan apakah kamu akan mendapatkan pasangan kamu dan bahagia dengannya.  Kamu harus punya pandangan yang oke tentang diri kamu dan kecengan kamu. Kalau ngga, kamu bakal jatuh ke tiga kondisi ngga asik berikut ini.

Penggemar rahasia
Kamu cuma jadi penggemar rahasia saat kamu merasa dia jauh melebihi kamu.  Kamu ngerasa dia itu wah, hebat, keren, pinter, atau apa lah yang bikin kamu suka ama dia. Lalu kamu memandang cermin dan berkata.” Kayanya dia ngga pantes deh sama aku.”
Lebih parah lagi, kamu bisa jadi malah mikir, “kayanya dia lebih pantes sama orang lain deh”. Lalu tak lama kemudian, beneran lah kamu dapet undangan nikah dari dia. Lalu kamu cuma jadi tamu. Kamu datang ke walimahan padahal kamu berpeluang ada di pelaminan.
Hal ini terjadi karena kamu memandang diri sendiri dari negatifnya aja dan memandang dia dari positifnya aja. Ini ngga sehat. Setiap kita punya hal menarik. Dia ngga mungkin tau kamu menarik kalau kamu malah minder tiap ketemu.

Si kedondong
Okelah kamu emang cantik, tajir, gaul. Tapi itu ngga menjamin kamu adalah orang yang menarik. Ini juga  berlaku buat cowok. Meskipun kamu jago basket, ketua organisasi, itu ngga menjamin kamu akan menjadi pasangan yang baik. Kalau kamu merendahkan orang lain. Ini persis kaya buah kedondong. Dari luar sih keliatannya mulus, tapi dalamnya berduri.
Orang yang memandang rendah orang lain ngga akan jadi pasangan yang asik. Bisa jadi selama ini kamu dijauhin sama kecengan kamu karena kamu merendahkan dia. Kalau dalam hati kamu masi berpikir dia yang beruntung kalau mendapatkan kamu, maka wajar kalau dia jadi ilfil.
Kamu deketin dia dengan pamer kelebihan kamu, supaya dia berpikir, kamu oke banget. Tapi disisi lain kamu ngerasa sebenernya kamu bisa dapetin siapa aja. Kebetulan aja si dia adalah sosok menarik yang ada di sekitar kamu, jadi kamu keceng. Perasaan seperti ini yang bakal terpancar dan keterima oleh si dia sebagai sinyal kesombongan yang bikin kamu gagal mendapatkan dia.

Dementor
Ada sih yang lebih parah dari jadi penggemar rahasia atau kedondong, yakni jadi si pembenci segala.
Tipe ini tuh kalau kamu orang yang minder tapi juga sebel sama orang yang lebih dari kamu. Kamu ngga suka mencoba dapetin dia, tapi juga kamu ngga suka kalau dia deketin kamu. Kamu ngga suka dibilang jomblo, tapi pas kecengan kamu deketin, kamu ngerasa dia ngga cukup oke buatmu.
Ini agak aneh sih. Jadi intinya, kamu ngerasa kamu ngga oke kalau single, tapi kamu ngerasa ngga ada orang yang cukup oke buat kamu.
Believe me or not, hal ini terjadi pada banyak orang lho! Mereka kadang orang hebat, tapi ada hal yang bikin merasa mereka rendah diri, apakah karena kurang tampan, kurang kaya, kurang gaul. Tapi harapan mereka tinggi banget, sehingga tiap ada yang deketin, mereka langsung naikin standar pasangan mereka. Akhirnya mereka tolakin tuh orang-orang. Hasilnya mereka makin galau, dan bikin orang yang deketin merasa minder.
Terus harusnya gimana?
Idealnya adalah kamu merasa nyaman dengan diri sendiri dan selalu respek sama orang lain. Kamu layak koq menyukai siapa saja. Kalau ternyata mereka tidak menyukai kamu, ya udah, move on. Kita ngga bisa menarik bagi semua orang, tapi pasti ada orang yang melihat kita menarik.
Ngga usah marah dan menganggap orang yang ngga suka ama kita adalah orang jahat. Mereka Cuma ngga cocok aja ama kita. Sebaliknya, kita juga ngga harus selalu memaksakan suka sama orang yang suka sama kita. Kita ngga perlu juga menganggap dia rendah karena ngga berani-beraninya suka ama kita.

Jadi the point is menyukai orang itu tidak perlu dijadikan standar kita menentukan nilai diri kita. Karena pada dasarnya suka-menyukai adalah masalah kecocokan, bukan harga diri.

0 comments :